Skip to main content

Kepala Bayi Terputus Saat Dilahirkan, Tahu Penyebabnya ?

Bayi perempuan dari pasangan Bohirin dan Farida Hanum ini diduga malpraktek, warga Desa Aek Nagali Kecamatan Bandar Pulo Kabupaten Asahan, Sumatra Utara ini dilahirkan dengan kondisi kepala terputus, Senin (11/1) subuh.

Foto : hariansib.co
Menurut informasi yang didapat, awalmulanya kejadian ini terjadi ketika sang ibu Farida Hanum hendak melahirkan anak ketiganya yang ditangani oleh perawat berinisial DS di Desa Aek Nagali kabupaten Asahan. Akan tetapi persalinannya gagal dengan kondisi kepala bayi terputus. Terputusnya kepala bayi ini diakibatkan besarnya bobot bayi tersebut, karena besarnya bobot bayi tesebut sehingga sulit untuk mengeluarkannya dan akhirnya korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang (RSU HAMS) untuk mengeluarkan badan bayi yang tertinggal. Setelah di RSU HAMS, tak lama kemudian sekira pukul 07.30 WIB tubuh bayi tersebut pun akhirnya bisa dikeluarkan.

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Anderson  Siringoringo SH MH mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka berinisial DS disinyalir telah melakukan malpraktik yang menyebabkan kepala si bayi terputus.

“Pelaku diduga telah melakukan malpraktik karena dia melakukan persalinan tanpa adanya kepemilikikan izin kebidanan. Pelaku, hanya memiliki izin balai pengobatan dan hanya lulusan D3 keperawatan, Berdasarkan keterangan tersangka, Pelaku memberikan bantuan persalinan atas permintaan korban dan keluarga korban dikarenakan korban enggan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses kelahiran calon bayinya yang ketiga. Tindakan medis diambil tersangka ketika kandungan korban telah mengalami pecah ketuban. Tanpa disangka saat persalinan tersebut kepala bayi ini terputus, dengan tubuh tertinggal di dalam. ” kata Anderson.

“Untuk mendalami kasus tersebut, telah dipanggil empat orang saksi, suami korban, adik korban, kepala Plt Dinas Kesehatan Asahan dan seorang bidan,” jelasnya.

Selaku saksi ahli, Dr Binsar P Sitanggang SPOG yang menangani korban (Farida) ketika dikonfirmasi sekira pukul 16.00 WIB mengatakan kasus terpisahnya kepala bayi dari badan, dapat  terjadi dikarenakan tersangkutnya bahu janin sehingga bayi tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin keluar. “Kasus tersebut dinamakan Distosia Bahu,  biasanya terjadi pada kasus bayi besar,” terangnya.

Dari penilaiannya, bayi tersebut telah meninggal di dalam kandungan sekitar 3 hari yang menyebabkan tubuh bayi menjadi rapuh. "Diperkirakan bayinya telah meninggal selama 3-4 hari di dalam kandungan ibunya,” ujarnya. (hariansib.co)

Comments

Popular Posts

Aqiqah Putra Bupati Inhu, Didoakan Ribuan Masyarakat Inhu

RENGAT Ribuan elemen masyarakat dari 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghadiri acara aqiqah putra Bupati Inhu, H Yopi Arianto dan Rezita Meylani Yopi, yakni Soenara Poetra Arianto. Dalam acara yang digelar dirumah dinas Bupati Inhu, jalan A Yani Rengat, Kamis (9/11/2017) itu, ribuan masyarakat serta undangan lain mendoakan yang terbaik buat Nara. Selaku tuan rumah, Bobby Rachmat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ribuan lapisan masyarakat yang telah hadir pada acara aqiqah putra Bupati Yopi. Kelahiran putra pasangan Bupati Inhu, H.Yopi Arianto SE dan Rezita Meylani Yopi merupakan berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Bupati Yopi. Lebih jelas disampaikan, nama Soenara Poetra Arianto memiliki makna yang sangat berarti bagi keluarga besar Bupati Yopi, dimana, Soe diambil dari nama besar kakek sang bayi yang juga ayahanda tercinta Bupati Inhu, yakni Alm H.Soegianto, sedangkan Nara berarti penerang dan Poetra Arianto diambil dari nama ayah...

Pendaki Pemula? Ini Panduan Mendaki Gunung Papandayan

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan bisa di jadikan alternatif pertama untuk Anda coba. Gunung Papandayang terletak di Garut, Jawa Barat yang memiliki  ketinggian gunung papandayan  2.665 meter di atas permukaan bisa Anda tempatkan dalam daftar gunung yang perlu di jajal untuk didaki yang pertama kalinya.  Baca Juga :  7 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Untuk Dikunjungi infopaguci.blogspot.com Kebanyakan pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian gunung ini yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.  Trek gunung papandayan juga tak begitu sulit. Sebelum mencoba untuk di daki, sebaiknya Anda perlu memperbanyak informasi untuk memepermudah pendakian, Berikut kami menyajikan panduan lengkap wisata pendakian Gunung Papandayan.  1. Mengapa Papandayan cocok untuk pemula? Perlu Anda ketahui ...