Skip to main content

Sejarah Candi Bahal di Pesisir Timur Sumatra Utara

KitaSatu.com - Tahukah kamu, ternyata banyak sekali candi-candi yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahuimulai candi paling terkenal di Indonesia yaitu, Candi Borobudur dan Candi Perambana. 

Selain itu masih banyak candi-candi yang terletak di berbagai tempat di Indonesia ini yang mungkin belum banyak orang mengetahuinya dan salah satunya adalah candi yang berada di pesisir timur Sumatra Utara ini.

Candi Bahal I
Candi Bahal, Biaro Bahal, atau Candi Portibi merupakan kompleks candi Buddah aliran Vajrayana yang terletak di desa bahal, kec. Padang Bolak, Portibi, kab. Padang Lawas, Sumatra Utara. Candi ini berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Padangsidempuan atau sekitaran 400 km dari Pusat Kota Medan. Masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa di pesisir timur Sumatera Utara terdapat banyak bangunan candi Buddha dan Hindu.

Candi Bahal II
Pendiri dari Candi Bahal ini adalah seorang Raja Rajendra Cola yang menjadi Raja Tamil Hindu Siwa, di India Selatan yang diduga sudah berdiri selama ribuan tahun lalu. Keunikan dari Kerajaan Portibi ini adalah dari nama "Portibi" yang di ambil, Portibi dalam bahasa Batak artinya "dunia" atau "bumi". Para ahli peneliti mengatakan bahwa candi ini berkaitan dengan keberadaan Kerajaan Pannai karena merupakan sebagai daerah yang dikuasai oleh Sriwijaya.

Candi Bahal III
Candi Bahal ini disebut dengan Biaro oleh masyarakatnya dikarenakan salah satu kompleks candi yang terluas di provinsi Sumatera Utara, dimana arealnya melingkupi kompleks Candi Bahal I, Candi Bahal II, dan Candi Bahal III.

Bangunan utamanya yaitu Candi Bahal I yang merupakan candi terbesar dibandingkan dengan bangunan Candi Bahal II dan III. Bangunan ini terdiri dari susunan  tatakan, kaki, tubuh dan bagian atap. Tatakan yang berdenah dasar bujur sangkar ini memiliki luas sekitar 7 m² dan dengan ketinggian  sekitar 180 cm. Dimana di setiap kompleks candi tersebut terdapat  bangunan utama terletak di tengah halaman dengan pintu masuk yang menghadap arah gerbang masuk.

Jadi jika Anda sedang berada di Tapanuli, cobalah untuk menuju ke Padang Lawas, karena masih banyak para traveler yang belum mengetahui tentang candi tersebut, candi ini banyak mengandung unsur sejarah yang sangat tinggi. Sangat recomended bagi Anda yang yang ingin menggalih tentang sejah.

Semoga bermanfaat, Jangan lupa share ke teman-temanya ya biar makin banyak yang tahu.

Comments

Popular Posts

Aqiqah Putra Bupati Inhu, Didoakan Ribuan Masyarakat Inhu

RENGAT Ribuan elemen masyarakat dari 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghadiri acara aqiqah putra Bupati Inhu, H Yopi Arianto dan Rezita Meylani Yopi, yakni Soenara Poetra Arianto. Dalam acara yang digelar dirumah dinas Bupati Inhu, jalan A Yani Rengat, Kamis (9/11/2017) itu, ribuan masyarakat serta undangan lain mendoakan yang terbaik buat Nara. Selaku tuan rumah, Bobby Rachmat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ribuan lapisan masyarakat yang telah hadir pada acara aqiqah putra Bupati Yopi. Kelahiran putra pasangan Bupati Inhu, H.Yopi Arianto SE dan Rezita Meylani Yopi merupakan berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Bupati Yopi. Lebih jelas disampaikan, nama Soenara Poetra Arianto memiliki makna yang sangat berarti bagi keluarga besar Bupati Yopi, dimana, Soe diambil dari nama besar kakek sang bayi yang juga ayahanda tercinta Bupati Inhu, yakni Alm H.Soegianto, sedangkan Nara berarti penerang dan Poetra Arianto diambil dari nama ayah...

Pendaki Pemula? Ini Panduan Mendaki Gunung Papandayan

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan bisa di jadikan alternatif pertama untuk Anda coba. Gunung Papandayang terletak di Garut, Jawa Barat yang memiliki  ketinggian gunung papandayan  2.665 meter di atas permukaan bisa Anda tempatkan dalam daftar gunung yang perlu di jajal untuk didaki yang pertama kalinya.  Baca Juga :  7 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Untuk Dikunjungi infopaguci.blogspot.com Kebanyakan pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian gunung ini yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.  Trek gunung papandayan juga tak begitu sulit. Sebelum mencoba untuk di daki, sebaiknya Anda perlu memperbanyak informasi untuk memepermudah pendakian, Berikut kami menyajikan panduan lengkap wisata pendakian Gunung Papandayan.  1. Mengapa Papandayan cocok untuk pemula? Perlu Anda ketahui ...