Skip to main content

Cara Bertahan Hidup di Hutan Belantara (Survival) Apabila Tersesat

KitaSatu.Com - Pada saat Anda berpetualang di hutan belantara kemudian tiba-tiba tersesat, hal ini perlu diketahui untuk menghindari resiko seperti ini terutama bagi petualang pemula. Untu itu disini kami akan sedikit berbagi ilmu sebagai bekal diri Anda sebelum melakukan penjelajahan dengan mengetahui dasar-dasar bagaimana cara bertahan hidup di hutan.

Tersesat di hutan belantara memang pengalaman yang menakutkan, sehingga bertahan hidup sendirian di alam liar hanyalah soal kesabaran, pemikiran yang sehat, dan penggunaan anugerah yang disediakan oleh alam dengan bijaksana. 
Petualang cantik
Anda bisa tahu negara yang aman untuk bersolo traveling via duniabackpacker.net

Pengetahuan seperti ini dinamakan sebagai Teknik Survival atau Bertahan Hidup. Untuk dapat bertahan hidup ada beberapa kondisi yang harus dimiliki oleh seorang petualang, yaitu seperti hal mencari dan menemukan makan dan minum di dalam hutan belantara. 
Baca juga : Tips Untuk Perempuan Yang Suka Mendaki Gunung Agar Tetap Cantik Dan Sehat
Nah! Apabila Anda ingin mengetahui bagaimana cara bertahan hidup di hutan, disini akan kami jelaskan hal apa saja yang perlu dilakukan:

1. Jangan panik jika Anda tersesat. 
Panik lebih berbahaya daripada apa pun, karena akan mengganggu satu-satunya alat terbaik bertahan hidup yang serbaguna dan paling bermanfaat, yaitu pikiran Anda. Di momen Anda menyadari bahwa Anda tersesat, berhentilah sebelum melakukan hal lain. Tarik nafas dalam dan tetap tenang.

2. Kenali sekeliling. 
Di mana pun Anda berada akan menjadi "titik nol". Temukan cara untuk menandainya menggunakan kain baju cadangan, tumpukan batu, secarik kertas, atau apa pun yang bisa kelihatan dengan mudah dari jauh. Pelajari arah dasar, yaitu matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat. Gunakan ini untuk mengetahui arah pada kompas (searah jarum jam mulai dari atas 12:00) Utara, Timur, Selatan, Barat.

3. Tetaplah di satu tempat. 
Ini tidak hanya meningkatkan kesempatan Anda untuk ditemukan, tapi juga mengurangi energi yang dikeluarkan tubuh dan jumlah air dan makanan yang akan Anda butuhkan. Duduklah dan tetap diam. Orang lain kemungkinan akan mencari Anda, apalagi jika Anda memberitahukannya tentang rencana kepergian Anda. Jika Anda pergi dengan seseorang, jangan sampai terpisah. Punya kekuatan lebih banyak akan membantu Anda bertahan hidup.

4. Buat api. 
Buat api dengan bara yang cukup agar tetap panas selama beberapa jam, dan pastikan Anda punya banyak kayu kering ekstra. Mulai nyalakan api sebelum Anda merasa memerlukannya dan meski cuaca hangat; api lebih mudah dinyalakan dalam kondisi mudah daripada panik ketika matahari terbenam – ada api di dekat Anda akan memberikan rasa tenang dan aman sambil mengenali situasi dan kondisi.

5. Beri sinyal lokasi Anda. 
Buatlah suara dengan bersiul, berteriak, bernyanyi, atau memukul batu dengan batu. Jika bisa, tandai lokasi Anda yang bisa terlihat dari jauh. Jika Anda berada di padang rumput gunung, buat tiga tumpuk daun gelap atau batang kayu dalam bentuk segitiga. Di area berpasir, buatlah segitiga besar di atas pasir. Tiga jenis apa pun dalam hutan belantara adalah sinyal tanda bahaya yang umum.
Baca juga : Tips Cara Mencuci Carrier Setelah Pemakaian Agar Lebih Awet Dan Tahan Lama
Anda bisa menggunakan api untuk mengirim sinyal tanda bahaya. Sinyal tanda bahaya secara universal dibuat dengan tiga api dalam satu garis lurus, atau tiga api yang membentuk sebuah segitiga. Anda juga bisa meniup peluit tiga kali, menembak senapan di udara tiga kali, atau pantulan cermin yang menangkap cahaya tiga kali.

6. Jelajahi area Anda. 
Walau Anda tidak seharusnya bergerak terlalu banyak, Anda harus segera menjelajahi sekeliling untuk menemukan sesuatu yang berguna. Anda bisa menemukan benda-benda yang orang lain tinggalkan sebelumnya, entah itu kaleng makanan atau pemantik kecil yang bisa sangat berguna. Pastikan Anda bisa selalu menemukan jalan kembali ke "titik nol" ketika mencari air, tempat berlindung, atau jalan pulang.

7. Temukan sumber air yang bagus. 
Dalam situasi bertahan hidup, Anda bisa bertahan hidup tiga hari tanpa air, tapi ketika hari kedua berakhir tubuh Anda akan berada dalam keadaan sulit; temukan air sebelum ini terjadi. Sumber air terbagus adalah mata air, tapi kemungkinan menemukannya sangat tipis. Anda juga harus mencari burung-burung terdekat, karena burung biasanya suka terbang di sekitar air segar. Minum sisa air Anda, dan dijatah agar tidak langsung habis saat diminum.

8. Murnikan air Anda. 
Cara kasar memurnikan air adalah dengan mengambil panci dan memanaskan air. Agar efektif membutuh bakteri, dididihkan air setidaknya tiga menit. Anda juga bisa menaruh air (jernih) dalam botol plastik yang jernih dan jemur di bawah matahari selama enam jam untuk membunuh sebagian besar organisme di dalamnya.

9. Temukan atau buat tempat perlindungan. 
Tanpa tempat perlindungan yang memadai, Anda rentan terhadap banyak hal dan berisiko terkena hipotermia atau pitam panas (heatstroke), tergantung cuacanya. Jika Anda tidak berpakaian dengan benar sesuai dengan kondisi cuaca, jauh lebih penting untuk menemukan tempat berlindung. Dan untungnya, hutan penuh dengan alat dan sumber yang bisa digunakan sebagai tempat perlindungan dan api (untuk kehangatan, keamanan, dan tujuan mengirim sinyal)

10. Temukan makanan yang aman. 
Untuk diketahui bahwa kebanyakan orang dewasa yang sehat bisa bertahan hidup sampai tiga minggu tanpa makanan kecuali dingin. Lebih baik lapar dan sehat daripada sakit. Pastikan Anda tahu makanan itu aman sebelum memakannya. Hanya ada dua hal yang mengurangi kemampuan Anda bertahan hidup, yaitu tersesat dan sakit parah. Kelaparan bukanlah masalah besar.
Baca juga : Jenis Makanan Sehat yang Perlu Dipersiapkan untuk Mendaki Gunung
Semoga ulasan ini dapat menjadi tambahan bekal pengetahuan Anda agar tidak panik dan tetap dapat bertahan hidup di hutan. Apabila ada keritik dan saran tentang Artikel ini silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa di share :)

Comments

Popular Posts

Aqiqah Putra Bupati Inhu, Didoakan Ribuan Masyarakat Inhu

RENGAT Ribuan elemen masyarakat dari 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghadiri acara aqiqah putra Bupati Inhu, H Yopi Arianto dan Rezita Meylani Yopi, yakni Soenara Poetra Arianto. Dalam acara yang digelar dirumah dinas Bupati Inhu, jalan A Yani Rengat, Kamis (9/11/2017) itu, ribuan masyarakat serta undangan lain mendoakan yang terbaik buat Nara. Selaku tuan rumah, Bobby Rachmat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ribuan lapisan masyarakat yang telah hadir pada acara aqiqah putra Bupati Yopi. Kelahiran putra pasangan Bupati Inhu, H.Yopi Arianto SE dan Rezita Meylani Yopi merupakan berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Bupati Yopi. Lebih jelas disampaikan, nama Soenara Poetra Arianto memiliki makna yang sangat berarti bagi keluarga besar Bupati Yopi, dimana, Soe diambil dari nama besar kakek sang bayi yang juga ayahanda tercinta Bupati Inhu, yakni Alm H.Soegianto, sedangkan Nara berarti penerang dan Poetra Arianto diambil dari nama ayah...

Pendaki Pemula? Ini Panduan Mendaki Gunung Papandayan

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan bisa di jadikan alternatif pertama untuk Anda coba. Gunung Papandayang terletak di Garut, Jawa Barat yang memiliki  ketinggian gunung papandayan  2.665 meter di atas permukaan bisa Anda tempatkan dalam daftar gunung yang perlu di jajal untuk didaki yang pertama kalinya.  Baca Juga :  7 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Untuk Dikunjungi infopaguci.blogspot.com Kebanyakan pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian gunung ini yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.  Trek gunung papandayan juga tak begitu sulit. Sebelum mencoba untuk di daki, sebaiknya Anda perlu memperbanyak informasi untuk memepermudah pendakian, Berikut kami menyajikan panduan lengkap wisata pendakian Gunung Papandayan.  1. Mengapa Papandayan cocok untuk pemula? Perlu Anda ketahui ...