Skip to main content

APBD Inhu 2018 Masih Tertunda

 
INHU - DPRD Inhu memang sudah dua kali menggelar sidang Paripurna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Inhu tahun 2018. Namun sidang kedua harus ditunda karena hujan interupsi dari anggota DPRD Inhu yang hadir saat itu. Sebelumnya juga sempat tertunda karena tidak qourum nya anggota yang hadir.

Akhirnya permasalahan ini berkembang di tengah masyarakat dan menyatakan DPRD Inhu tak ingin membahas RAPBD tersebut. Bahkan DPRD Inhu sudah menjadi sasaran tembak pada media sosial.

Permasalahan ini akhirnya membuat DPRD Inhu geram karena tidak terima dipersalahkan atas keterlambatan pembahasan APBD Inhu tersebut.

"Kami sudah mencoba untuk memberikan kelonggaran kepada pihak Pemkab Inhu dengan mengagendakan dua sidang Paripurna, namun tetap saja pihak Pemkab Inhu belum bisa memenuhi dokumen yang harusnya menjadi acuan pembahasan RAPBD Inhu tahun 2018, ungkap anggota Banmus DPRD Inhu Doni Rinaldi.

Ditegaskannya, Banmus sengaja membuat jadwal dengan jarak satu minggu agar Pemkab dapat memenuhi dokumen secara lengkap, namun tetap saja dokumen yang harusnya didapat DPRD Inhu belum bisa diberikan.

Sementara itu anggota DPRD Inhu lainnya, Suradi dan Encik Afrizal menyatakan bahwa secara aturan DPRD harus sudah menerima seluruh dokumen RAPBD pada pertengahan Oktober dan paling lambat awal November 2017, namun kenyataannya hal tersebut tidak dapat dipenuhi."Draft RAPBD 2018 baru kami terima pada 13 November 2017 dan itupun tidak dilengkapi dengan dokumen lainnya seperti RKPD, KUA PPAS serta RKA sesuai dengan UU No 23 tahun 2014 pasal 311 dan 312, ungkap Suradi.

Menurut anggota DPRD yang saat itu berkumpul di ruang komisi I DPRD Inhu diantaranyaRizal Zamzami, Novriadi, Raja Darlan, Edi Supirman, Raja Feri dan beberapa anggota lainnya, bahwa untuk Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) dan KUA PPAS baru diterima hari ini (Senin, 4/12), itupun masih belum lengkap karena tidak juga melampirkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Menurut mereka, bagaimana pembahasan akan dilakukan jika RKA tidak ada, karena opada RKA tersebutlah akan terlihat seluruh kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan pedoman dari Permendagri No 33 tahun 2017 tentang pedoman penyusuanan APBD 2018."Tentunya harus di cek perimbangan peruntukan anggaran, tegas Suradi.

Dalam RAPBD terlihat bahwa Pendapatan Daerah Rp1.196.407.435.045 sementara belanja mencapai Rp1.228.407.435.045 yang artinya APBD Inhu 2018 bisa defisit mencapai Rp32 milyar lebih. Namun masih terdapat SILPA lebih kurang Rp35.300.000.000.

Selian itu dalam RAPBD juga tercantum anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hanya Rp37 milyar lebih, sementara anggaran pada sekretariat daerah menggelembung mencapai Rp87 Milyar lebih, padahal biasanya anggaran PUPR tersebut merupakan salah satu anggaran terbesar karena merupakan motor pembangunan fisik daerah."Nah persoalan seperti itulah yang perlu kita pertanyakan dan bahas, tetapi tanpa RKA itu tidak bisa dilakukan, tegas Suradi lagi.

Menurut mereka, pihak pemkab Inhu diharapkan agar dapat segera memenuhi kekurangan dokumen yang dibutuhkan oleh DPRD Inhu untuk melakukan pembahasan RAPBD 2018.(MC Riau/ana)(sumber)

Comments

Popular Posts

Aqiqah Putra Bupati Inhu, Didoakan Ribuan Masyarakat Inhu

RENGAT Ribuan elemen masyarakat dari 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghadiri acara aqiqah putra Bupati Inhu, H Yopi Arianto dan Rezita Meylani Yopi, yakni Soenara Poetra Arianto. Dalam acara yang digelar dirumah dinas Bupati Inhu, jalan A Yani Rengat, Kamis (9/11/2017) itu, ribuan masyarakat serta undangan lain mendoakan yang terbaik buat Nara. Selaku tuan rumah, Bobby Rachmat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ribuan lapisan masyarakat yang telah hadir pada acara aqiqah putra Bupati Yopi. Kelahiran putra pasangan Bupati Inhu, H.Yopi Arianto SE dan Rezita Meylani Yopi merupakan berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Bupati Yopi. Lebih jelas disampaikan, nama Soenara Poetra Arianto memiliki makna yang sangat berarti bagi keluarga besar Bupati Yopi, dimana, Soe diambil dari nama besar kakek sang bayi yang juga ayahanda tercinta Bupati Inhu, yakni Alm H.Soegianto, sedangkan Nara berarti penerang dan Poetra Arianto diambil dari nama ayah...

Pendaki Pemula? Ini Panduan Mendaki Gunung Papandayan

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan bisa di jadikan alternatif pertama untuk Anda coba. Gunung Papandayang terletak di Garut, Jawa Barat yang memiliki  ketinggian gunung papandayan  2.665 meter di atas permukaan bisa Anda tempatkan dalam daftar gunung yang perlu di jajal untuk didaki yang pertama kalinya.  Baca Juga :  7 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Untuk Dikunjungi infopaguci.blogspot.com Kebanyakan pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian gunung ini yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.  Trek gunung papandayan juga tak begitu sulit. Sebelum mencoba untuk di daki, sebaiknya Anda perlu memperbanyak informasi untuk memepermudah pendakian, Berikut kami menyajikan panduan lengkap wisata pendakian Gunung Papandayan.  1. Mengapa Papandayan cocok untuk pemula? Perlu Anda ketahui ...