Skip to main content

Dodol 'Ulame' Makanan Khas Tapanuli, Sumatra Utara

KitaSatu.com - Indonesia memang dikenal dengan kuliner Nusantaranya yang memiliki banyak jenis makanan khas dari berbagai daerah. Terutama daerah Sumatra Barat dan Jawa Barat yang paling mempopulerkan makanan khas daerahnya. Berbeda dengan wilayah lain belum memperlihatkan jenis makan khas daerahnya sehingga masih banyak orang lain yang belum tahu.

Demikian juga dengan daerah Padang Bolak, yang dulunya adalah kabupaten Tapanuli Selatan dan kini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten yaitu Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Daerah ini sangat kaya dengan hasil alamnya seperti perkebunan sawit dan karet yang sangat luas.
Ulame
Dalam menyambut lebaran, hampir setiap rumahtangga di kawasan ini membuat dodol khas Padang Bolak yang lebih dikenal dengan nama ulame. Bahan pembuat ulame sangat sederhana dan mudah diperoleh; gula merah, tepung ketan dan santan pekat. Ketiga bahan tersebut diaduk dengan api kecil hingga kental dan lengket. Ulame tersebut lalu dimasukkan ke kantong terbuat dari anyaman daun ibus (sejenis daun palem hutan) yang sudah dikeringkan.

Yang membedakan ulame dengan dodol buatan Jawa, salah satunya adalah kemasannya yang tidak berobah-robah sejak zaman dahulu kala. Berbeda dengan dodol Garut atau gelamai Payakumbuh yang kini dikemas dengan wadah plastik mungil atau kertas minyak warna-warni, ulame Padang Bolak dibungkus dengan kantong anyaman sederhana. Ukuran kantong tersebut menyamai plastik es dengan ukuran setengah kilogram.

“Dulu ulame dibungkus dengan kantong anyaman berukuran lebih besar lagi, seukuran kantong plastik 2 kilogram. Sejak beberapa tahun terakhir, kami memakai kantong anyaman yang lebih kecil dengan pertimbangan agar mudah dibagi-bagi ke anak atau kerabat yang merantau ke kota,” kata Bou Asnah, 45 tahun, seorang ibu rumah tangga di Desa Gunung Manaon II Kecamatan Padang Bolak Tapanuli Selatan, sambil menunjukkan puluhan kantong ulame yang digantung di sebuah ruangan di rumahnya.

Setiap kali lebaran mendekat, Bou Asnah membuat 30 hingga 40 kantong ulame yang sebagian besar dikirim ke Jakarta, kota dimana ketiga anaknya bekerja dan menuntut ilmu. Teman-teman anaknya menjadi pelahap setia ulame tersebut. Rasanya yang manis dan tidak terlalu berminyak membuat ulame ini disukai.

Sayangnya, ulame Padang Bolak belum dapat menjadi komoditi perdagangan karena penampilannya yang kuno tersebut. Selain itu, ulame Padang Bolak masih bertahan dengan resep aslinya, tanpa modifikasi rasa atau packaging sedangkan dodol lain sudah ditambah ingredient seperti nenas, durian atau sirsak dan diberi bentuk atau kotak yang menarik.

Nampaknya orang Padang Bolak tidak terlalu peduli pada nasib ulame mereka. Bagi mereka, ulame adalah buah tangan, tanda kasih sayang dan persahabatan. Ulame not for sale. Sebagaimana orang Batak lainnya yang tidak terlalu ‘berbakat’ untuk mengolah makanan atau menjadi pengusaha restoran, orang Padang Bolak percaya bahwa rezki mereka ada pada sektor pertanian, peternakan dan perkebunan.

Biarlah ulame Padang Bolak seperti apa adanya saat ini. Yang penting, ulame masih tetap bertahan dan dirindukan terutama setiap kali habis lebaran.

by : Asnelly RD

Comments

Popular Posts

Inilah 7 Khasiat Buah Jamblang Yang Belum Banyak Diketahui Orang

KitaSatu.Com  - Pernah dengar buah Jamblang alias juwet? Ya, buah yang berwarna hitam dan mempunyai rasa yang manis dan sangat mirip seperti buah anggur. Hanya saja buah jamblang sedikit lebih lonjong. Buah yang mempunyai nama latin Syzygium cumini ini mengandung minyak astiri, alkaloid (jambosine), fenol (methylxanthoxylin), asam organik, triterpenoid, resin berwarna merah tua yang di dalamnya terkandung tanin dan asam elagat. Selain itu, Biji jamblang mengandung fatty oil sekitar (3-5%) terdiri dari olei acid, sterculiac acid, palmitic acid, myristis acid, linoleic acid, dan malvalic acid (cyclopropylidenis acid) serta vernolic acid (epoxy fatty acid). Buah jamblang juga mengandung tanin termasuk corilagin. Buah ini merupakan buah yang hanya dapat ditemukan di beberapa negara tertentu di Asia, salah satunya adalah Indonesia. foto: http://cp.jurnalhajiumroh.com Mungkin buah ini jarang sekali kita temui. Tapi jangan salah, buah ini banyak sekali manfaatnya. Terutama dalam bidang...

Pendaki Pemula? Ini Panduan Mendaki Gunung Papandayan

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan bisa di jadikan alternatif pertama untuk Anda coba. Gunung Papandayang terletak di Garut, Jawa Barat yang memiliki  ketinggian gunung papandayan  2.665 meter di atas permukaan bisa Anda tempatkan dalam daftar gunung yang perlu di jajal untuk didaki yang pertama kalinya.  Baca Juga :  7 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Untuk Dikunjungi infopaguci.blogspot.com Kebanyakan pendaki yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian gunung ini yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.  Trek gunung papandayan juga tak begitu sulit. Sebelum mencoba untuk di daki, sebaiknya Anda perlu memperbanyak informasi untuk memepermudah pendakian, Berikut kami menyajikan panduan lengkap wisata pendakian Gunung Papandayan.  1. Mengapa Papandayan cocok untuk pemula? Perlu Anda ketahui ...